Cari Blog Ini

Kamis, 24 Oktober 2013

Tentang Penduduk dan kebudayaan


PENDUDUK
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa diartikan menjadi dua yaitu,

Orang yang tinggal di daerah tersebut
Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.


Dalam sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati suatu wilayah geografi dan ruang tertentu.


Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Berbagai aspek perilaku menusia dipelajari dalam sosiologi, ekonomi, dan geografi. Demografi banyak digunakan dalam pemasaran , yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonmi, seperti pengecer hingga pelanggan potensial.

Kepadatan penduduk

Kepadatan penduduk dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area dimana mereka tinggal.
Beberapa pengamat masyarakat percaya bahwa konsep kapasitas muat juga berlaku pada penduduk bumi, yakni bahwa penduduk yang tak terkontrol dapat menyebabkan katastrofi Malthus. Beberapa menyangkal pendapat ini. Grafik berikut menunjukkan kenaikan logistik penduduk.
Negara-negara kecil biasanya memiliki kepadatan penduduk tertinggi, di antaranya: Monako, Singapura, Vatikan, dan Malta. Di antara negara besar yang memiliki kepadatan penduduk tinggi adalah Jepang dan Bangladesh.

   Persebaran Penduduk 
Kecenderungan  manusia untuk memilih daerah yang subur untuk tempat tinggalnya, terjadi sejak pola hidup masih sangat sederhana. Itulah maka sejak masa purba daerah sangat subur selalu menjadi perebutan mansuia, sehingga tidak salah lagi bahwa daerah yang subur ini kemungkinan besar terjadi kepadatan penduduk. Sudah barang tentu hal semacam ini terjadi didaerah/Negara yang pola hidup penduduknya masih bertani.
Daerah semacam inilah yang kemudian berkembang menjadi daerah perkotaan, daerah tempat pemerintahan, daerah perdagangan dan sebagainya.. prinsip tempat tinggal mendekati tempat bekerja yang secara langsung atau tidak, menimbulkan ketidakseimbangan penduduk ditiap-tiap daerah. Sehingga terjadi daerah yang berpenduduk padat. Dari prinsip itulah  kemudian terjadi perpindahan penduduk dari satu daerah ke daerah lain.

 Perkembangan Dan Perubahan Kebudayaan

Kebudayaan selalu dimiliki oleh setiap masyarakat, hanya saja ada suatu masyarakat yang lebih baik perkembangan kebudayaannya dari pada masyarakat lainnya untuk memenuhi segala kebutuhan masyarakatnya.
Pengertian kebudayaan banyak sekali dikemukakan oleh para ahli. Salah satunya dikemukakan oleh Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, yang merumuskan bahwa kebudayaan adalah semua hasil dari  karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan, yang diperlukan manusia untuk menguasa alam sekitarnya, agar kekuatan serta hasilnya dapat diabdikan untuk kepntingan masyarakat.
Rasa yang meliputi jiwa manusia mewujudkan segala norma dan nilai masyarakat yang perlu untuk mengatur masalah-masalah kemasarakatan  alam arti luas, didalamnya termasuk, agama, ideology, kebatinan, kenesenian dan semua unusr yang merupakan hasil ekspresi dari jiwa manusia yang hidup sebagai anggota masyarakat.
Selanjtunya cipta merupakan kemampuan mental, kemampuan piker dari orang yang hidup bermasyarakat dan yang antara lain menghasilkan filsafat serta ilmu pengetahuan.
Rasa dan cipta dinamakan kebudayaan rohaniah. Semua karya, rasa dan cipta dikuasai oleh karsa dari orang-orang yang menentukan kegunaannya, agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar, bahkan seluruh masyarakat.
Dari pengetian tersebut menunjukkan bahwa kebudayaan itu merupakan keseluruhan ari pengetahuan manusia sebagai mahluk sosial, yang digunakan untuk menginterpretasikan dan memahami lingkungan yang dihadapi, untuk memenuhi segala kebutuhannya serta mendorong terwujudnya kelakuan manusia itu sendiri. Atas dasar itulah  para ahli mengemukakan adanya unsur kebudayaan yang umumnya diperinci menjadi 7 unsur yaitu :
1.      Unsur religi
2.      Sistem kemasyarakatan
3.      Sistem peralatan
4.      Sistem mata pencaharian hidup
5.      Sistem bahasa
6.      Sistem pengetahuan
7.      Unsur seni
Bertitik dari sistem inilah maka kebudayaan paling sedikit memiliki 3 wujud antara lain :
1.      wujud sebagai suatu kompleks dari ide, gagasan, norma, peraturan dan sejenisnya. Ini merupakan wujud ideal kebudayaan. Sifatnya abstrak, lokasinya dalam pikiran masyarakat dimana kebudayaan itu hidup.
2.      kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola dari manusia dalam masyarakat
3.      kebudayaan sebagai benda hasil karya manusia
Perubahan kebudayaan pada dasarnya tidak lain dari para perubahan manusia yang hidup dalam masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan itu. Perubahan itu terjadi karena manusia mengadakan hubungan dengan manusia lainnya, atau karena hubungan antara kelompok manusia dalam masyarakat. Tidak ada kebudayaan yanga statis, setiap perubahan kebudayaan mempunyai dinamika, mengalami perubahan; perubahan itu akibat dari perubahan masyarakat yang menjadi wadah kebudayaan tersebut.
  Referensi  :
http://fdj-indrakurniawan.blogspot.com/2011/11/makalah-penduduk-masyarakat-dan.html
www.wikipedia.co.id

Sabtu, 19 Oktober 2013

ETIKA MENULIS DI INTERNET



Sebelumnya kita sudah pasti tahu definisi menulis itu apa. yaa, Menulis itu adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Saat menulis kita dapat menulis dengan beberapa media, seperti kertas. Di jaman modern seperti sekarang, kita bisa menulis di internet. Pastinya sudah tidak asing di telinga kita tentang internet bukan?hah?menulis di internet? menulisnya di monitor donk? Ya, tentu tidak. Menulis di internet itu bisa melalui Blog, Website pribadi, Forum dan lain lain. Dalam menulis di manapun pasti ada etika menulisnya, begitu juga dengan menulis di internet ada etika etikanya. sebelum kita tahu etika menulis di internet, alangkah baiknya kita tahu dahulu cara cara menulis di internet yang baik dan benar


berikut ini adalah cara menulis yang baik di internet :

1. Pergunakan kata kata yang sopan.

tidak hanya berbicara, menulispun harus menggunakan kata kata yang sopan. karena sopan itu pasti akan di lihat oleh orang sebagai orang yang baik, coba menulis dengan kata kata yang tidak sopan. Orang lain pun pasti akan melihat kita sebagai orang yang tidak baik.

2. Jangan pergunakan huruf kapital semua (kunci caps lock).

Bila menulis di internet, janganlah menulis dengan huruf kapital. Bila kita menulis dengan huruf kapital semua, banyak orang yang menganggap anda orang tidak baik dan tidak sopan. Huruf kapital semua dapat diartikan sebagai pertanda kemarahan dan kurang ajar.

3. Menulislah dengan menggunakan Ejaan Yang Disempurnakan.

Gunakanlah bahasa indonesia yang benar. Janganlah menulis dengan menggabungkan huruf dan angka. Kenapa? orang yang akan membacanya pasti tidak akan mengerti, walaupun mengerti pasti orang tersebut tidak akan membacanya sampai selesai dikarenakan pusing melihat tulisan anda.

4.Janganlah menulis hal hal yang berbau dengan SARA dan Pronografi.


Setelah kita mengetahui cara menulis di internet yang baik dan benar, saatnya kita mengetahui etika menulis di internet. Berikut adalah Etika menulis di internet :


1.) Jagalah nama baik Anda di internet seperti Anda menjaganya di kehidupan nyata.
2.) Perhatikan tulisan Anda sebelum melakukan posting, apakah tulisan itu membuat orang lain tersinggung atau terganggu.
3.) Jangan menulis kata-kata yang berbau SARA. Hal tersebut akan memicu terjadinya pertikaian
4.) Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jangan menggunakan bahasa Alay!
5.) Jika ingin mengambil karya tulis orang lain, harus dituliskan sumbernya.
6.) Jangan melakukan flood. Flood ini maksudnya mengulang posting yang sudah kita postingkan.

Sekianlah Artikel Cara/Etika menulis di internet yang baik dan benar. Semoga berguna bagi pembaca sekalian.

Referensi :


http://anderzt.blogspot.com/p/tata-cara-etika-menulis-di-internet.html


http://wikipedia.co.id